Mengenal 3 Jenis Oli Mesin Sepeda Motor

Ibarat pasangan suami istri, hubungan antara oli dan mesin sepeda motor pun harus selalu harmonis. Ya, oli dan mesin memang saling membutuhkan. Jika kekurangan oli, komponen mesin akan cepat aus akibat gesekan antara kedua permukaan komponen. Oleh sebab itu, kelangsungan hidup mesin membutuhkan kehadiran oli di dalamnya.

Kini, tersedia banyak pilihan jenis dan merek oli di pasaran. Paling tidak ada tiga jenis oli yang dapat anda temui, yaitu oli biasa (konvensional) atau biasa disebut pelumas mineral, oli sintetis, dan oli semi-sintetis. Untuk membedakannya, anda dapat melihat dariĀ  komponen dan unsur yang terkandung di dalam oli tersebut.

Pada umumnya, pelumas konvensional terdiri atas 90% minyak dasar (crude oil) hasil penyulingan minyak bumi, ditambah 10% campuran bahan kimia adiktif untuk meningkatkan kinerjanya.

Sementara, pelumas sintetis memiliki kandungan yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri dari bahan-bahan adiktif. Jumlah kandungan bahan-bahan adiktif tersebut biasanya menentukan jenis oli sintetisnya.

Oli yang mengandung 100% bahan adiktif yaitu minyak dasar bahan kimia yang bukan dihasilkan dari penyulingan minyak bumi dikenal dengan istilah oli sintetis penuh (full synthetic oil). Sementara, oli yang mengandung minyak dasar bahan kimia dan dicampur minyak mineral dikenal dengan istilah oli semi-sintetis.

Agar mendapatkan hasil performa mesin yang maksimal, anda dapat anda dapat menyesuaikan jenis oli dengan jenis sepeda motor. Sebagai contoh, jika anda memiliki sepeda motor model lama, gunakanlah jenis oli mineral. Oli jenis ini memiliki bahan yang masih alami sehingga cocok untuk mesin-mesin lama. Oli jenis ini biasanya tidak mudah menguapsaat mesin berada pada temperatur ideal, sehingga bagian dalam mesin yang sudah aus tidak akan bertambah parah.

Untuk mesin sepeda motor keluaran terbaru dapat menggunakan oli semi-sintetis. Sebab, perpaduan antara unsur mineral dan kimia dapat menjaga kondisi mesin tetap prima.

Sementara untuk mesin pada sepeda motor balap yang biasa “berlari ” dengan kecepatan putaran mesin (rpm) yang tinggi, anda dapat menggunakan oli full synthetic. Sebab, oli ini mampu melumasi seluruh bagian mesin hingga ke sela-sela kecil sekalipun. Tingkat kekentalannya pun stabil, meski dalam kondisi ekstrim dan mampu menjaga mesin meski pada suhu tinggi.

0 Responses to “Mengenal 3 Jenis Oli Mesin Sepeda Motor”


  • No Comments

Leave a Reply

Click to use smileys below.... :hihi: :hiks: :melet: :nangis: :ngakak: :puyeng: :sip: :sliwer2: more »